Ternyata Begini Tips Merawat Seekor Kacer Prospek
Tips dan Trik

Ternyata Begini Tips Merawat Seekor Kacer Prospek

Advertisement

Menjadi satu diantara jenis burung kicauan bertipikal fighter, kacer banyak diburu pemain untuk dijadikan andalan di lapangan. Sejumlah pemain papan atas pun selalu memasukkan ke dalam daftar formasi intinya ketika memburu prestasi di berbagai lomba.

Wajar apabila kacer selalu memiliki daya tarik buat siapa saja yang ingin segera melejit namanya. “Membesut kacer bukan urusan mudah, apalagi jenis ini punya karakter mbedesi. Akan tetapi, bila sudah berhasil mengorbitkan seekor jawara, maka nama pemain itu akan diperhitungkan di bursa jawara,” ujar Irul Black Jack, pemandu bakat kawakan kacer asal Malang.

Untuk membesut seekor kacer prospek, pola perawatan antara pemain jenis ini sejatinya memiliki kesamaan. Yang membedakan, begitu bebernya, adalah bagaimana memahami karakter perawatan dari burung itu sendiri. “Kalau mengenai perawatan harian hingga lomba, pada umumnya nyaris sama antara pemain kacer satu dengan yang lain. Yang membedakan adalah bagaimana memahami karakter alias kemauan dari burung itu sendiri,” ungkapnya.

Dari sejumlah pengalaman yang selama ini sudah berujung pada prestasi, kunci dari perawatan kacer terletak di pola mandinya. “Kacer tergolong burung petarung, sejumlah pakan ekstra foodingnya juga memiliki kandungan yang membuat burung cepat birahi. Dengan mengatur pola mandi sesuai kebutuhan, maka kekhawatirkan akan kacer mbedesi di lapangan bisa diminimalisir”.

Sekadar tahu, kacer merupakan satu diantara burung yang memiliki karakter bawaan yakni mbedesi. Di penghobi kacer, memiliki sejumlah sebutan seperti kuda laut, mbagong dan mbedesi.

Untuk menjaga stabilitas birahi agar jangan sampai mbedesi diredam dengan mandi. Usahakan, sebelum tampil di lapangan dibiasakan kacer mandi menggunakan bak kerambah sepuasnya. Karena, dengan cara ini pula mengantar dirinya sering mengorbitkan seekor kacer prospek.

Untuk pola perawatan menjelang lomba digenjot sejak H-2. Kacer yang disiapkan lomba sudah “diliburkan” mandi. Cukup dijemur, diangin – anginkan lantas tutup kerodong. Menjelang lomba, misalnya lomba Minggu, sebelum berangkat biarkan burung mandi sepuasnya. Setelah puas, angin – anginkan sekitar 15 menit hingga bulu kering. Selanjutnya dikerodong dan burung siap berangkat lomba.

Pola perawatan seperti ini menurutnya, dapat mencetak kacer tampil lebih ngotot di lapangan. Dan risiko mbedesi bisa ditekan seminim mungkin. “Cara seperti ini lebih efektif ketika sebelum berangkat lomba cuacanya panas. Dengan memandikan, maka suhu tubuh kacer lebih stabil”.

Untuk porsi ekstra fooding, dilipat-gandakan dari porsi harian. Bila menu harian jangkrik mengonsumsi 5 + 5 (pagi dan sore), maka jelang lomba menjadi 10 + 10. Kroto juga ditingkatkan dari satu sendok makan menjadi dua sendok makan.

Pemain kacer di era sekarang juga harus piawai dalam memoles gacoan. Pasalnya, sejumlah EO memberikan kesempatan lebih dengan membuka kelas lebih dari dua sesi. Jadi, seorang pemain harus men-setting gacoannya agar bertahan dalam sesi marathon. Di kawasan barat dan kalimantan, sesi lombanya juga banyak. Sehingga wajar apabila dua kawasan itu sekarang menjadi barometer kacer nusantara.

Trend jawara juga sekarang lebih sempurna. Juri lebih mencari seekor kacer yang mampu nagen di satu tangkringan, ngerol plus nembak, memiliki power dahsyat dan volume melengking. “Juri sekarang kurang begitu suka dengan kacer yang kualitas tapi masih ada goyang. Yang diminta tancep satu tangkringan. Nah, trend seperti ini menjadi tantangan buat pemain kacer era sekarang”. Dengan ditunjang gaya, irama dan durasi kerja, maka akan lebih mudah seekor kacer naik ke tangga juara.

Post Comment

Scroll Up
error: Content is protected !!