Piala Raja XIX : Ajang Reuni Tokoh Perburungan dan Berkumpulnya Komunitas
News

Piala Raja XIX : Ajang Reuni Tokoh Perburungan dan Berkumpulnya Komunitas

Advertisement

Banyak cerita menarik di balik spektakulernya gelaran Piala Raja XIX, Minggu (23/09/2018) di Taman Candi Prambanan. Satu diantaranya, gelaran yang berhasil mengumpulkan sekitar 6.000 lebih peserta dengan empat lapangan, menjadi ajang reuni sejumlah tokoh perburungan blok timur. Begitu juga dirasakan para anggota komunitas, even ini menjadi tepat untuk mempererat silahturahmi dalam skala nasional.

Gelaran Piala Raja tahun ini, banyak yang merasakan sedikit berbeda dibanding gelaran – gelaran sebelumnya. Tahun ini seakan punya kekuatan besar untuk menghadirkanpara kicaumania se-Indonesia.

mediaburung_piala raja 2018
TLEDEKAN INDIGO. Milik Wahyu P dari TLSSC berhasil meraih juara ketiga.

“Piala Raja tahun ini nampaknya lebih banyak dihadiri para tokoh dan pemain lama dari berbagai daerah. Kesempatan ini juga bisa menjadi ajang reuni buat mereka. Karena, belakangan banyak dari para tokoh dan pemain sudah jarang bertemu, akibat kesibukan pekerjaan atau padatnya lomba di masing – masing daerah,” ujar Mr. Marhen, dedengkot Elang Biru BC – Madiun.

Tokoh gaek yang dikenal di kawasan Jatim Wilayah Barat Bersatu (Jalaratu) atau eks karisidenan Madiun, memanfaatkan momentum ini bersilahturahmi dengan sejumlah kawan lama yang kini juga sudah jarang bertemu. Diantaranya Oeggy BnW dan Agus Bojonegoro. Saat bertemu di lapangan, nuansa keakraban pun langsung menyelimuti perbincangan ringan para tokoh sekaligus pemain gaek Jatim.

Dulu, mereka dikenal menjadi tokoh inspirator sekaligus pendobrak berbagai gelaran bergengsi kawasan Jalaratu dan Bojonegoro. Mereka juga sering terlibat kerjasama dalam skala besar untuk menggelar even bergengsi. Diantaranya Danlanud Iswahjudi Cup, Kapolres Bojonegoro Cup dan sejumlah even besar lainnya.

Kini, mereka sudah jarang bisa bertemu seperti dulu lagi. Lantaran sudah memiliki kesibukan masing – masing. Oeggy BnW misalnya belakangan terlihat sibuk dalam kepengurusan PBI Bojonegoro yang dalam waktu dekat ikut mendukung penuh gelaran Pakde Karwo Cup VIII – Surabaya.

Sedangkan Mr. Marhen juga disibukkan dengan berbagai rutinitasnya bersama Elang Biru BC. “Sekarang jadwal latber, latpres di kawasan Madiun dan sekitarnya semakin padat. Jadi sudah tidak seperti dulu lagi, bisa menghadiri berbagai lomba luar kota. Makanya dengan digelarnya Piala Raja bisa menjadi ajang untuk bersilahturahmi dengan kawan – kawan lama yang sudah jarang bertemu,” bebernya.

Meskipun mereka sibuk dengan berbagai rutinitas masing – masing, jiwa sebagai kicaumania tetap melekat. Oeggy misalnya meski sekarang aktif di kepengurusan PBI Bojonegoro, pemain kawakan ini masih bisa menampilkan Golden Boy di puncak nominasi Murai Batu Ring Sekar Kedhaton C. “Alhamdullilah akhinya bisa meraih gelar terbaik di even sekelas Piala Raja,” bangga Oeggy yang sempat menceritakan berbagai penawaran sudah menghampiri amunisi kawakan ini.

Begitu juga dengan Marhen, tetap terlibat langsung mengawal sejumlah amunisi milik anggota Elang Biru BC. Di sejumlah kelas, pemain kawakan ini tetap ikut memantau langsung penampilan besutan di lapangan. “Berangkatnya kan sebagai pemain, jadi roh sebagai pemain burung tetap melekat,” ungkapnya dengan bangga.

Kebanggaan juga dirasakan para anggota komunitas. Diantaranya Wahyu P dari komunitas Tledekan Surabaya Sidoarjo Community (TLSSC). Menampilkan Indigo, pemain ini berhasil meraih juara ketiga di Tledekan Bintang PBI A.

“Gelaran Piala Raja bisa dijadikan ajang untuk kopi darat (Kopdar) dengan para anggota TLSSC. Nuansanya berbeda kalau bisa Kopdar di Piala Raja. Di even ini juga bisa bertemu dengan tledekan mania dari kota lain. Sehingga bisa mempererat silahturahmi dengan pecinta burung mungil ini,” ujarnya.

Post Comment

Scroll Up
error: Content is protected !!