Kumpulan Kicaumania Pemula, Begini Cara Kureksari BC – Sidoarjo Menjaga Kekompakan Anggota
News

Kumpulan Kicaumania Pemula, Begini Cara Kureksari BC – Sidoarjo Menjaga Kekompakan Anggota

Advertisement

Menjadi wadah para kicaumania pemula, Kureksari BC (KBC) – Sidoarjo berdiri sejak 2017 silam dengan anggota sekitar 35 personil. Berbagai latar belakang pendidikan, ekonomi, sosial dan usia, menjadikan tim yang digagas Rochman feat Ugik Reza, menjadi satu diantara tim berlatar belakang heterogen.

Kemajemukan para anggota yang tergabung dalam tim ini, menjadikan sebuah tantangan tersendiri buat para penggagasnya untuk membangun jiwa kompak sesama anggota.

“Memang diakui untuk mengumpulkan para kicaumania yang awalnya berjalan sendiri – sendiri tidak mudah. Apalagi rata – rata anggota memiliki latar belakang berbeda. Tapi dengan motto bersama kita rukun (BKR), alhamdullilah di usianya yang sudah setahun tetap terjaga kekompakan itu,” buka Ugik Reza yang didaulat sebagai Ketua KBC.

mediaburung_kureksari bc sidoarjo
RAIH PRESTASI. Sejumlah anggota KBC saat meraih prestasi di berbagai even.

Wadah ini pun dijadikan sebagai tempat untuk membangun silahturahmi dengan sesama penghobi burung berkicau. Dalam setiap kesempatan juga menjadi tempat tukar pendapat seputar perawatan burung.

“Karena anggota KBC para pemula, jadi pengetahuan seputar memoles gacoan lomba masih awam. Jadi, dengan adanya wadah ini pengetahun mereka makin bertambah dan wadah ini pula menjadi sebuah rumah kedua buat menjalin silahturahmi sesama kicaumania,” beber Rochman.

Nyaris setiap hari para anggota tim ini menyebar ke berbagai gantangan di kawasan Sidoarjo, Surabaya dan kota sekitarnya. Mulai dari agenda latber, latpres dan lomba. Bahkan agenda lomba luar kota pun sudah mereka lakoni. Diantaranya saat berpartisipasi di Sobat DF Road to Piala Presiden V di Pusdik Arhanud, Pendem – Batu, Piala Raja Jogyakarta, Joko Samudra Cup – Gresik dan sejumlah lomba luar kota lainnya.

“Ketika ada rencana untuk lomba luar kota, semua dirembuk secara musyawarah. Sehingga ketika bertandang ke berbagai kota, seluruh anggota yang berpartisipasi atau ada yang berhalangan tetap bisa terjalin komunikasi dengan baik,” ungkap Rochman yang siap hadir di Piala Jatim 11 November mendatang di Surabaya.

Hingga kini sudah ada sejumlah gaco dari KBC yang menjadi amunisi pamungkas dalam meretas prestasi di berbagai even. Diantaranya murai batu Petir milik Ugik Reza, cucak hijau Pardi, Kopler milik Rochman, murai batu Gundala Setan milik Imam, Raja Sujud milik Angga, lovebird Elnino milik Dedet, Sesil milik Budi, Momo milik Aang WJR, Jet Bus milik Triyoga dan Akas Miera milik Johan Irawan.

Anggota tim ini juga aktif di bidang konservasi. Diantaranya Budi Slanker, aktif beternak lovebird, Ugik Reza getol mengembangkan penangkaran murai batu. “KBC juga ingin aktif di bidang penangkaran. Ke depannya berharap, gaco – gaco tim ini bisa dipasok dari hasil penangkaran para anggotanya,” harap Ugik.

Dengan soliditas tanpa batas, KBC ingin eksis mewarnai hiruk pikuk perburungan nusantara. Meski beranggotakan para pemula, semangat mereka membara untuk mengibarkan bendera tim hingga tiang tertinggi. “Susah senang harus bareng dan kompak, itu yang namanya tim,” pesan Rochman.

Satu diantara hasil dari kekompakan mereka, Minggu (04/11/2018) KBC berhasil meraih juara umum di Anniversary LOT Cup I di gantangan Bravo, Wonoayu – Sidoarjo. Sejumlah amunisi milik anggota KBC juga berhasil meretas prestasi. Dengan keberhasilan di even ini, mendatang diharapkan gaco – gaco KBC makin banyak meraih prestasi.

Post Comment

Scroll Up
error: Content is protected !!