Kiat Ekonomis Untuk Memulai Jadi Jutawan dari Ternak Lovebird
Tips dan Trik

Kiat Ekonomis Untuk Memulai Jadi Jutawan dari Ternak Lovebird

Advertisement

MEDIABURUNG.COM. Hingga kini, ribuan pasang mata tetap melihat breeding lovebird sebagai mesin pencetak uang yang bisa dikembang-biakkan secara massal. Kebutuhan lovebird ngekek tetap besar, meskipun sudah bejibun penangkar dari penangkaran skala kecil hingga besar.

Indikasi makin menguat tatkala dilihat dari kontes lovebird di berbagai kawasan. Mulai dari gantangan yang terletak di pinggiran desa hingga tengah kota, peserta lovebird selalu penuh. Panitia pun selalu tersenyum sumringah ketika tiket lovebird selalu ludes terjual.

Besarnya minat kicau mania terhadap jenis ini, merupakan trend dari makin melejitnya lovebird di lapangan. Peluang menjadi jawara di atas podium pun selalu terbuka lebar. Baik pemain dari kalangan berkantong cekak atau para bos.

Bahkan trend yang saat ini betul – betul menjangkiti para pemain, lovebird usia di bawah lima bulan atau yang biasa disebut kelas balibu menjadi daya tarik sendiri. Bahkan tanpa disadari memiliki daya magnit besar buat menarik mereka ke pusaran kelas balibu.

Melihat trend di lapangan seperti ini, sudah tidak ada keraguan untuk mendalami breeding lovebird khususnya materi lomba alias ngekek. Akan tetapi, buat mereka yang berkocek pas – pasan otomatis sedikit mengernyitkan dahi mereka sebelum menerjuni industri yang menguntungkan dengan omzet hingga jutaan bahkan bisa mencapai ratusan juta.

Dari sejumlah peternak lovebird sukses, ada kiat – kiat yang bisa digunakan para penghobi yang mempunyai keinginan besar tapi terkendala modal. Kali pertama yang harus dilakukan adalah menumbuhkan niat besar untuk merajut asa di tengah keterbatasan modal.

Solusi jitu yang bisa dijadikan tali titian adalah dengan melirik anakan dari sejumlah peternak besar. Atau menyeleksi sejumlah lovebird prospek dari pasar – pasar burung. Dengan men-take over anakan dari peternak, cara ini setidaknya tidak menguras budget Anda dalam memborong materi indukan.

“Memang kalau beli anakan dari trah jawara sedikit mahal dibanding dari non trah jawara. Akan tetapi bila dikalkulasi, maka lebih menguntungkan beli anakan seperti ini. Meskipun Anda harus bersabar menunggu hingga dewasa,” ujar Budi, salah seorang peternak lovebird yang berhasil menggunakan trik ini dalam mengembangkan ternaknya.

Murah atau mahalnya tergantung dari trah indukan. Semakin bagus induknya, maka semakin mahal piyik yang ditelurkan. Banderol piyikan ini bisa dibikin ekonomis lagi bila Anda memilih piyikan dari jalur non trah. Tapi bagi sejumlah peternak skala kecil yang mengedepankan kualitas, opsi ini menjadi pilihan terakhir bila benar – benar isi kocek sudah tidak bisa diajak kompromi.

Sedangkan buat mereka yang ingin menjodohkan sendiri dari seekor lovebird dewasa, biayanya juga ekonomis. Hanya yang membedakan, bila beli piyik trah jawara harus sedikit menambah anggaran tapi kualitas jaminan paten.

Sedangkan beli lovebird dewasa, pemain harus piawai menyeleksi calon indukan. Murah atau mahalnya juga tergantung dari materi yang dimiliki. Bila materinya bagus otomatis harganya mengikuti. Begitu berlaku sebaliknya.

Sedangkan bagaimana perbandingan dengan jebol kandang ? Untuk seorang calon peternak pemula berkantong cekak sebaiknya tidak memilih opsi ini. Karena, cara ini akan menguras dana.

Minimnya pengetahuan dalam beternak juga bisa menjadi kendala dalam merawat indukan yang sudah produksi. Ada sejumlah peternak nekat memilih cara ini, namun usianya tidak berlangsung lama alias mengalami kegagalan. Mulai dari gagal tetas atau gagal mendewasakan piyik akibat piyik mati. Karena, rata – rata mereka masih minim pengetahuan tentang breeding lovebird.

Jadi, bila bercermin dari sejumlah peternak yang sekarang sukses mengembangkan ternaknya. Maka lebih baik memilih opsi beli piyik trah jawara. Atau beli calon indukan yang siap dikawin atau siap dijodohkan. Hanya untuk pilihan yang terakhir, masih mengandung risiko. Tidak ada yang berani menjamin apakah calon indukan itu dalam usia produktif atau tidak. Risiko ini bisa ditepis tatkala Anda membeli ke peternak terpercaya. Dengan demikian silsilah keturunan dan usianya dapat dipertanggung-jawabkan.

Jadi, bagi sebagian peternak lovebird skala menengah ke bawah, yang minim risiko adalah beli piyik trah jawara. “Kalau beli dari piyik kita sudah enggak khawatir tentang produktifitasnya, karena jelas usia masih panjang. Cara menjodohkannya juga lebih mudah, karena sejak usia dini sudah digandeng”. Diyakini, cara seperti ini lebih ekonomis untuk membangun sebuah peternakan lovebird yang beromzet jutaan rupiah.

Masih katanya, juga disarankan untuk peternak pemula tidak perlu ambisi memborong piyik atau calon indukan. Usahakan pelajari dulu seksama tahap demi tahap beternak lovebird dengan benar.

Mulai dari penjodohan, kawin, bertelur, menetas hingga pembesaran. Dengan demikian, peternak bisa mengetahui tahap demi tahap dalam breeding. Kalau toh ada kendala, setidaknya bisa segera bertindak untuk mencari solusi.

Bila sudah mengantongi berbagai pengetahuan seputar breeding ini, maka sudah saatnya Anda untuk tancap gas guna membesarkan farm. Secara otomatis, dengan mengambil jalur ini maka Anda dapat juga menggelembungkan kantong pribadi.

Post Comment

Scroll Up
error: Content is protected !!