Cakra Buana Tunjukkan Kualitasnya di 16th Wedding Anniversary of Mbah Dosen – Malang
Kabar Arena

Cakra Buana Tunjukkan Kualitasnya di 16th Wedding Anniversary of Mbah Dosen – Malang

Advertisement

Kepungan murai batu milik sejumlah pemain yang meramaikan 16th Wedding Anniversary of Mbah Dosen, Kamis (7/3/2019) di gantangan Harmony BC, Karanglo – Malang, tak menyurutkan langkah besutan ini. Cakra Buana, besutan milik Setyo Pamudji, Kidung Sakti SF, Batu akhirnya berhasil menunjukkan kualitasnya.

mediaburung_anniv mbah dosen
CAKRA BUANA. Murai batu milik Setyo Pamudji, Kidung Sakti SF, Batu berhasil juara di kelas utama.

Tampil di kelas utama yakni Murai Batu Harmony, Cakra Buana bertengger di gantangan nomor 15. Sejak awal, besutan ini terus menunjukkan kualitasnya di tengah pertempuran sengit yang meriuhkan even garapan Harmony BC.

Satu per satu juri memantau penampilan besutan yang baru sekali mabung. Pantauan dari dekat dan jauh terus menempel pada burung ini. Secara spontan pemiliknya berteriak ketika lagu cililinnya dikeluarkan hingga menembus keriuhan lapangan. Gaya ngeplay khas burung petarung makin mengantar Cakra Buana menjadi kandidat terbaik di kelas utama.

mediaburung_anniv mbah dosen
KELAS UTAMA. Partai gengsi yang melahirkan Cakra Buana milik Setyo Pamudji, Kidung Sakti SF, Batu sebagai juara pertama.

“Sebenarnya Cakra Buana belum pada puncak penampilannya. Bila sudah pada puncak penampilan, lagu cililin bisa dikeluarkan hingga tujuh kali. Penampilan kali ini hanya lima atau enam kali,” beber kicaumania yang dikenal spesialis murai batu.

Dengan hadirnya Cakra Buana, Pak Mudji begitu akrab dipanggil, makin bersemangat tampil di lapangan. Karena, murai batu baginya sudah menjadi bagian dalam menjalani hobi yang sudah digeluti bertahun – tahun.

Sedangkan dari gelaran ini, Wahyu ITN alias Mbah Dosen menilai gelaran ini sukses meskipun panitia membukukan 834 peserta. Padahal, gantangan Harmony BC sering mencatatkan diri sebagai satu diantara gantangan yang sering menembus hingga 1000 peserta.

“Atmosfir lomba di Malang sudah tidak seperti dulu. Untuk mencapai 1000 peserta tak semudah dulu. Dengan perolehan 834 peserta, panitia menganggap sudah pencapaian yang relatif bagus di tengah kondisi Malang yang dijubeli gantangan atau gelaran,” bebernya.

mediaburung_anniv mbah dosen

 

Post Comment

Scroll Up
error: Content is protected !!