Black Panther Tampil Garang di Road to Harmony Cup 3 – Malang
Kabar Arena

Black Panther Tampil Garang di Road to Harmony Cup 3 – Malang

Advertisement

Baru empat bulan dipoles, sejumlah prestasi sudah diraih murai batu ini. Satu diantaranya ketika tampil di Road to Harmony Cup 3, Minggu (11/11/2018) di gantangan Harmony BC, depan Kampus ITN II, Karang Lo – Malang.

Adalah Black Panther, besutan milik Eko Acira BC, Singosari – Malang. Mengandalkan lagu tembakan cililin, cucak jenggot, greja tarung dan kenari, besutan yang diambil dari kandang seorang peternak murai batu Malang, berhasil meraih juara pertama di kelas Angklung.

mediaburung_road to harmony cup 3
BLACK PANTHER. Eko (kanan) pemilik murai batu Black Panther dari Acira BC, Singosari – Malang.

“Baru empat bulan Black Panther dipoles dan tiga kali tampil di gantangan. Dua kali latpres dan sekali di even ini. Sebelumnya, Black Panther merupakan ‘pejantan tangguh’ di kandang penangkaran. Setelah melihat materinya, ada keberanian untuk take over dan dijadikan gaco lapangan,” cerita Eko.

 

Daftar Pemenang Road to Harmony Cup 3 Klik di Sini

 

Dua kali penampilan sebelum di Road to Harmony Cup 3, Black Panther mencatatkan diri di jajaran jawara papan atas. Diantaranya ketika Launching Kartika BC, meraih juara runner up dan Latpres Angkasa BC meraih juara pertama dan kedua. Masing – masing even digelar di Malang.

Melihat jejak rekam prestasi di lapangan, Eko terpacu adrenalinnya untuk terus menggenjot Black Panther di jalur juara. Namun, keinginannya terbendung tatkala ingin berjibaku di kelas utama even ini, yakni kelas Murai Batu Ring Harmony tiket Rp 100 ribu. “Sebenarnya ingin saya daftarkan di kelas utama, namun Black Panther tidak pakai ring,” sesalnya. Kendati demikian, Eko sudah merasa puas bisa mencapai puncak tertinggi di kelas Angklung.

mediaburung_road to harmony cup 3
NONIK. Tovick (kiri) pemilik lovebird balibu Nonik peraih juara double winner.

Di jalur paruh bengkok, Tovick dari Rombenk SF – Malang, berhasil mengawal Nonik ke puncak nominasi. Besutan ini berhasil merayakan selebrasi ketika berada di puncak performa Lovebird Balibu A Triton.

Di usia 4,5 bulan, Nonik tampil tanpa kompromi dan menutup sekecil apapun celah yang bisa dimanfaatkan lawan. Begitu juga ketika tampil di kelas Sasando, besutan ini mengulang lagi kesuksesan seperti kelas sebelumnya. Keberhasilan di dua kelas ini, mengantarkan Nonik menjadi peraih juara double winner.

Melihat kemeriahan selebrasi para peserta, panitia merasa lega bisa menyuguhkan kemasan dan penilaian terbaiknya. “Secara pribadi dan atas nama Harmony BC saya mengucapkan terima kasih pada seluruh pendukung gelaran ini,” lega Wahyu ITN.

Lanjutnya, panitia tidak memiliki target “muluk – muluk”. Karena, panitia sangat sadar dengan kondisi perburungan yang kini sedang mewarnani kawasan Malang Raya. “Panitia ingin kualitas dari lomba tetap terjaga tanpa mengesampingkan makna dari sebuah kemeriahan lomba burung,” pesan Wahyu ITN mewakili H. Ir. Basuki Widodo, Ketua Gantangan Harmony BC.

Di tengah low profile-nya penampilan panitia Road to Harmony BC, sejumlah kicaumania dari luar Malang meriuhkan gelaran ini. Diantaranya Murai Mania Wlingi Bersatu – Blitar yang dipimpin Rudi RR, SKC Jogja dengan bendera Duta Solo Raya Cup III yang diawaki Irga, Fandi (Zel Canary), Aditya, Elga dan Angga.

mediaburung_road to harmony cup 3
KRU SKC JOGJA. Mengusung duta Solo Raya Cup 3, kru SKC Jogja berhasil naik podium di jalur kenari.

Kru SKC Jogja berhasil membukukan sejumlah kenari dari empat gaco yang dibawa. Adalah Raja Kencana peraih juara runner up di kelas Kenari Bebas Sasando dan Kenari Isian Triton. Sedangkan Greenesa, peraih juara pertama di Kenari Isian Triton. Dua lainnya, Gangsa Sekati dan Raja Banteng.

Post Comment

Scroll Up
error: Content is protected !!