Begini Penjelasan Panitia Road to Harmony Cup 3 – Malang, Tentang Kelas Murai Batu Ring
News

Begini Penjelasan Panitia Road to Harmony Cup 3 – Malang, Tentang Kelas Murai Batu Ring

Advertisement

Terobosan yang dilakukan panitia Road to Harmony Cup 3, Minggu (11/11/2018) di gantangan Harmony BC, Karang Lo – Malang, relatif berisiko tinggi. Mengusung gelaran skala lokal dengan tiket Rp 100 ribu, panitia berani memasukkan kelas ring sebagai kelas utama. Lazimnya, kemasan seperti ini diusung panitia lomba burung tingkat nasional dengan prediksi bakal dihadiri kicaumania dari seluruh penjuru nusantara.

mediaburung_road to harmony cup 3
WAHYU ITN. Turun ke lapangan memantau langsung jalannya kelas Murai Batu Ring.

Di balik langkah yang berisiko tinggi ini, ternyata panitia memiliki maksud tersendiri. Wahyu ITN mewakili panitia Road to Harmony Cup 3 menjelaskan, dalam gelaran ini panitia berkeinginan menyuguhkan sebuah kemasan yang mengedukasi, tidak sekadar menggelar lazimnya lomba burung.

“Banyak pertimbangan yang mendasari panitia mengambil langkah meletakkan kelas ring di kelas utama. Diantaranya membantu gerakan moral pemberdayaan hasil ternak yang kini makin disosialisasikan banyak pihak. Untuk sementara, panitia memilih Murai Batu Ring sebagai pendamping tiga jenis yang mengisi kelas utama. Ke depan, tidak menutup kemungkinan akan ada kelas ring jenis lain,” ceritanya.

mediaburung_road to harmony cup 3
PERWAKILAN PESERTA. Para pengamat di kelas Murai Batu Ring yang diwakili dari SKC Jogja, Murai Batu Wlingi Bersatu, Hobi Gantang Murai (HGM) dan Star Team.

Disadari, gerakan ini memang masih jauh dari goal yang diinginkan para pejuang konservasi. Namun, panitia sadar bila ini tidak segera digulirkan maka berpeluang akan sekadar menjadi wacana dan terjadi pro kontra di ranah medsos.

Juga tidak kalah berbobot dengan tujuan di atas, panitia mempunyai tujuan yang bernilai edukasi dalam kelas tersebut. Mereka mengajak perwakilan dari sejumlah peserta untuk menjadi pengamat (juri) di tengah lapangan.

“Untuk tujuan yang satu ini (pengamat burung) panitia ingin memberikan peluang pada peserta seluas – luasnya untuk langsung memantau burung di tengah lapangan. Panitia ingin memberikan sensasi pada peserta, bagaimana rasanya mengemban tugas pengadil di tengah lapangan,” bebernya.

mediaburung_road to harmony cup 3
JAWARA MURAI BATU RING. Diraih Teroris milik Tovick dan Expulso milik Aryo Pamungkas, keduanya dari Rombenk SF – Malang.

Ada empat perwakilan peserta yang diambil dari sejumlah komunitas murai batu. Diantaranya dari Murai Mania Wlingi Raya Bersatu, Hobi Gantang Murai (HGM), Star Team dan SKC Jogja. Keempatnya didaulat untuk menentukan tiga nominator di kelas Murai Batu Ring Harmony.

“Panitia akan menyediakan dua nominasi, pertama diambil dari juri sebagai juara versi panitia, kedua, juara favorit versi perwakilan peserta. Tujuan diadakannya terobosan ini untuk mengharmonisasi penilaian antara juri yang bertugas di lapangan dengan perwakilan peserta. Apabila keduanya memiliki kesamaan, maka juri yang dipilih panitia sudah memiliki keselarasan dengan pengetahuan kicaumania. Ini yang menjadi goal besar dari diadakan terobosan ini,” ungkapnya.

Hasilnya ? Semua pihak merasa puas dan lega, hasil penilaian dari juri dan perwakilan peserta sebanding lurus. Dari tiga nominator  teratas, semuanya terjaring oleh perwakilan peserta. Artinya, pengetahuan juri dan peserta dalam menentukan juara sudah sepaham. “Kalau begini khan lega, peserta puas, juri dan panitia bangga karena penilaiannya sudah berada pada satu jalur”.

Para peraih nominator antara lain juara vesi juri diraih Teroris milik Tvick sedangkan juara favorit diraih Expulso milik Aryo Pamungkas. Keduanya dari Rombenk SF – Malang. Expulso mendapat empat bendera sedangkan Teroris mendapat tiga bendera, masing – masing dari perwakilan peserta.

Post Comment

Scroll Up
error: Content is protected !!